TIK BK UNNES 2013
Jumat, 19 Desember 2014
PROGRAM PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM IMPLEMENTASI TIK UNTUK BK

PROGRAM PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM IMPLEMENTASI TIK
UNTUK BK
MAKALAH
disusun
guna memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dosen
Pengampu: Yoga Eska Pambudi Utama, S.Kom
Oleh
1.
Aulia Aji Sasongko (1301413100)/Rombel
3
2.
Zuni Fatmaningsih (1301413101)/Rombel
3
3.
Fildzah Syarafina
Rahman (1301413103)/Rombel 3
JURUSAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG
2014
PRAKATA
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah serta karunia-Nya. Sehingga kami diberi
kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah pemenuhan tugas
Teknologi Informasi dan Komunikasi ini berjudul Perogram Pemerintah dan Sawasta
dalam Implementasi TIK untuk BK. Yang berisi mengenai pemanfaatan TIK dalan
layanan bimbingan dan konseling di pemerintahan dan swasta.
Tidak lupa saya sampaikan terimakasih kepeda bapak
Yoga Eska pambudi Utama selaku dosen pengampu mata kuliah Teknologi Informasi
dan Komunikasi dan semua pihak yang telah memberi kelancaran dalam penyelesaian
makalah ini. Semoga makalah sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat dengan
baik bagi para pembacanya dan khususnya bagi penyusun.
Semarang,
6 September 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
PRAKATA................................................................................................... i
DAFTAR ISI
............................................................................................... ii
ABSTRAK...
................................................................................................ iii
BAB I
PENDAHULUAN
............................................................................ 1
1.1 Latar
Belakang........................................................................................ 1
1.2 Rumusan
Masalah
.................................................................................. 2
1.3.Tujuan..................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHSAN................................................................................. 3
2.1.Program
Pemerintah dan Swasta Dalam Implementasi TIK untuk BK 3
2.2. Jenis-jenis
IT dalam Layanan Bimbingan dan Konseling…............ 8
BAB
IIIPENUTUP.................................................................................. 13
3.1 Simpulan
........................................................................................... 13
3.2 Saran.................................................................................................. 13
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................. 14
ABSTRAK
Communication and information technology is is an
equivalent integral containing the broader sense of any activity related to the
processing, manipulation, management, and transfer / transfer of information
among media. In the government and private programs that is on the application
of TIK in Guidance and
Counseling in which there are various types of counseling with communication technology
use of counseling process
becomes easier.
TIK applications that can
be used in the counseling process, among others, counseling by telephone, radio
and television and the internet. In the process of counseling via the Internet,
there are several types inside the cyber counseling, e-counseling, and therapy email.
Keyword: communication, information, technology,
guidance and counseling
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin pesat mengakibatkan
kebutuhan-kebutuhan manusia semakin bertambah. Dalam hal ini dibutuhkan inovasi
dan kreativitas untuk manusia agar mampu memenuhi kebutuhannya. Perkembangan
zaman menuntut berkembangannya teknologi informasi dan komunikasi, tetapi juga
sebaliknya, dengan berkembangnnya teknoligi informasi dan komunikasi
berpengaruh terhadap perkembnagan kehidupan.
Perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu faktor yang sangat
berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan. Mulai dari pendidikan, ekonomi dan
politik akan berkembang dengan adanya pengaruh dari perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi.
Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang sangat pesat berpengaruh dalam
bidang pendidikan misalnya
mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan sistem E-Learning
untuk meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pembelajaran. Peranan E-Learning
pada aktivitas mahasiswa pada saat ini begitu besar dan telah menjadi fasilitas
utama bagi kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan padabidang pendidikan dan
proses pembelajaran. Selain itu dalam bidang bimbingan dan konseling juga
memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dimana guru BK
dituntut agar memahaminya dan mampu menggunakan teknologi dengan baik, dalam
peroses bimbingan ataupun konseling guru BK atau konselor bisa menggunakan
teknologi tersebut, misalnya konseling melalui telepon atau lewat berbagai
sosial media yang ada. Melalui internet guru Bk juga bisa mencari
refrensi-refrensi yang mereka butuhkan. Sebagai seorang konselor atau guru BK diharapkan
mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung berbagai
layanan konseling.
Dalam hal
ini pemerintah dan swasta
memiliki berbagai kebijakan atau program yang memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi untuk bimbingan dan konseling. Kebijakan atau program tersebut
banyak yang mendukung penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Swasta
juga mempunyai peranan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
dalam bimbingan dan konseling. Dalam makalah ini akan membahas mengenai implementasi TIK untuk BK
dalam pemerintahan dan swasta.
1.2.
Rumusan Maslah
Berdasarkan latar belakang diatas maka diperoleh
rumusan masalah sebagi berikut:
1.2.1.
Apakah yang dimaksud
dengan teknologi informasi dan komunikasi?
1.2.2.
Bagaimana penggunan dan pemanfaatan
TIK dalam program pemerintah dan swasta pada BK?
1.2.3.
Apa saja
jenis-jenis IT
dalam layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam program
pemerintah dan swasta?
1.3.
Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka diperoleh
tujuannya sebagai berikut:
1.3.1.
Agar mahasiswa
mengetahui, mengerti, serta memahami mengenai teknologi informasi dan
komunikasi.
1.3.2.
Agar mahasiswa
mengetahui, mengerti, serta memahami penggunaan TIK dalam program pemerintahan
dan swasta pada BK.
1.3.3.
Agar mahasiswa
mengetahui, mengerti, serta memahami pemanfaatan peralatan-peralatan TIK dalam
pelayanan BK dengan baik dan mampu mengaplikasikannaya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Program
Pemerintah dan Swasta Dalam Implementasi TIK untuk BK
2.1.1 Pengertian TIK
Teknologi informasi dilihat dari kata
penyusunanya adalah teknologi dan informasi. Teknologi informasi adalah
hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari
bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih
cepat, lebih luas sebarannya dan lebih lama penyimpanannya. Di dalam bahasa
Indonesia dikenal dengan istilah Telematika. Kata telematika berasal dari
istilah dalam bahasa Perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem
jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik
yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media, dan
informatika. Para praktisi menyatakan bahwa “telematics” adalah singkatan
dari telecommunication and informatics sebagai wujud dari perpadan
konsep Computing and Communication.Istilah Telematics jugadikenal
sebagai the newhybrid technology yang lahir karena
perkembangan teknologi digital
Selain pengertian diatas Williams &
Sawyer dalam Koesnandar (2008:5) menyatakan bahwa ‘teknologi informatika adalah
teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer dengan jalur komunikasi
berkecepatan tinggi yang membawa data, suara atau video)’. Dengan kata lain TIK
tidak hanya terbatas dalam bentuk data saja melainkan suara, gambar atau video.
Sedangkan Karsenti dalam Siahaan (2010:7) menyatakan TIK ‘sebagai alat atau
sarana yang digunakan untuk melakukan perbaikan/penyempurnaan kegiatan
pembelajaran sehingga para siswa menjadi lebih otonom dan kritis dalam menghadapi
masalah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil kegiatan belajar
siswa’. Ini berarti teknologi dapat dan benar-benar membantu siswa
mengembangkan semua jenis keterampilan, mulai dari tingkat yang sangat mendasar
sampai dengan tingkat keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi.
Selain pengertian tersebut terdapat pengertian yang
lain yaitu Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of
Information Technology, Glasgow,UK,1991
“Information Technology (IT) the handling of information by
electric and electronic (and microelectronic) means.”Here handling includes
transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of
hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and
society as a whole”
Dari penjelasan di atas dapat diartikan bahwa
teknologi informasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan
, mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri
sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Menurut Puskur Diknas
Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan
Teknologi Komunikasi.
a.
Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan
dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan
pengelolaan informasi.
b.
Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan
penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang
satu ke lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan
bahwa Teknologi Informasi dan Teknologi
Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung
pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan
pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar
media. Menurut Susanto ( 2002 ) informasi merupakan hasil dari pengolahan
data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi.
Jadi
pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk
transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun
memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat
berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.
2.1.2.
Perkembangan Dan Pemanfaatan TIK Dalam Pendidikan
Yang Diselenggarakan Oleh Pemerintah
Sebelum
menginjak abad 21 yang telah serba modern, penemuan teknologi-teknologi telah
dirintis dimulai dari ditemukannya mesin tik, alat komunikasi seperti mesin
penyampai pesan. Kemudian hal ini berkembang lagi dengan dibuatnya computer
dari yang paling sederhana hingga komputer yang paling canggih selain itu
ditemukan telepon sederhana hingga ditemukannya hand phone dan saat ini telah
berkembang menjadi PDA. Bahkan pada saat ini abad ke 21 telah ditemukan bidang
rekayasa mikroelektronika. Hal ini dapat menunjukkan bahwa TIK mengalami
perkembangan yang sangat pesat.
Dengan
telah berkembangnya system komunikasi online seperti telepon, sms, ataupun
email yang dapat diakses dalam dunia maya, tentunya hal ini mempengaruhi dalam
berbagai aspek kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan. Hal ini dapat
terlihat dengan telah terjadinya pergeseran dalam proses pembelajaran dimulai
dari ‘belajar di ruang kelas’ ke’ belajar dimana saja’, dari ‘kertas’ ke ‘on
line’. Interaksi antara guru dengan siswa pun tidak hanya dapat dilakuakn
melalui hubungan tatap muka tetapi dapat dilakukan melalui telepon, sms,
ataupun email. Dalam tugas pokok seorang guru pun menjadi terasa lebih mudah
baik dalam membuat persiapan mengajar, mencari sumber bahan ajar, bahkan dalam
pembuatan evaluasi bagi siswa yang dapat diberikan secara beragam. Hal ini bisa
memanfaatkan teknologi komputer. Dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi
yang diperuntukkan bagi peningkatan kinerja lembaga pendidikan dalam upayanya
meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Guru dan pengurus sekolah
tidak lagi disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan operasional, yang sesungguhnya
dapat digantikan oleh komputer. Dengan demikian dapat memberikan keuntungan
dalam efisien waktu dan tenaga.
Bila
diuraikan pemanfaatan TIK dapat dijelaskan secara terperinci seperti :
a.
Penyimpanan dan pengolahan data siswa, staf, keuangan, dan asset sekolah
b.
Analisis perkembangan kinerja siswa, guru, dan sekolah dari periode ke
periode
c.
Penyediaan informasi tentang perkembangan studi siswa kepada Guru Wali
dan Orang Tua
d.
Penyediaan informasi untuk mendukung pelaporan kepada Kantor Dinas
Pendidikan yang terkait dengan Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Badan
Akreditasi Sekolah (BAS)
e.
Pengolahan data menjadi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan
f.
Pengelolaan perpustakaan termasuk katalogisasi buku-buku, penelusuran
buku, proses peminjaman dan pengembalian buku, status keberadaan buku, dan
penetapan jumlah denda.
2.1.3. Penggunaan Tik Dalam Program Pemerintah Dan Swasta Pada BK
(Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bidang
Pemerintahan) E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh
pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai
kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Pada
intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat
meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan
teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C
(Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to
Government). Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
a.
Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, informasi dapat disediakan
24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor,
informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke
kantor pemerintahan.
b.
Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat
umum, adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara
berbagai pihak menjadi lebih baik, keterbukaan ini menghilangkan saling curiga
dan kekesalan dari semua pihak.
c.
Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan
adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan
pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya
tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online
dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.
d.
Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Koordinasi pemerintahan
dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Untuk
Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab,
koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya
harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke
Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.
Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik
sudah mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi
yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui
jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan
daerah untuk mengakses seluruh data dan teknologi informasi terutama yang
berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan
lingkungan dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk
mengantisipasi hal baru dan upaya peningkatan kinerja serta perbaikan pelayanan
menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance).
2.2 Jenis-Jenis IT Dalam Layanan Bimbingan KonselingYang Dilaksanakan Dalam
Program Pemerintah Dan Swasta
Dalam Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah
mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk
kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Identifikasi
layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat dilakukan dengan teknologi
informasi. Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai
cara, diantaranya: Konseling melalui Telepon, Konseling melalui Radio dan
televisi dan Konseling berbantuan komputer yaitu melalui internet.
2.2.1. Konseling Melalui Telepon
Kemudahan pengaksesan dalam pemberian layanan Bimbingan dan Konseling
mengikuti tatanan kehidupan masyarakat global diharapkan mampu untuk memenuhi
kebutuhan para konseli yang menuntut pemberian layanan bimbingan dan konseling
yang cepat, luas, dan mudah diakses oleh konseli. Konseling melalui
telepon biasanya disebut konseling telepon.
Konseling dengan media telepon lebih dikenal dengan sebutan Video-phone
counseling (VPC) merupakan bentuk lain dari konseling telepon. Namun dalam
penggunaan perangkat teknologi komunikasi tambahan yang memungkinkan konseli
dan konselor saling mengenal dan “bertatap muka” melalui layar monitor
(display), Konseling melalui video-phone lebih memungkinkan terjalinnya
interaksi yang lebih baik antara konselor dan klien, dan dapat lebih mendekati
karakteristik konseling tatap muka.
Pemerintah banyak mendirikan akses-akses telepon yang dapat digunakan
oleh masyarakat Untuk Melakukan Interaksi Dan Komunikasi.
2.2.2. Radio Dan Televisi
Saat ini banyak stasiun radio maupun televisi milik pemerintah maupun
swasta yang acara programnya tentang konseling yang disiarkan melalui radio
atau televisi, yang merupakan bentuk lain dari konseling
telepon. Pada konseling radio, percakapan antara konselor dan konseli
dipancarkan. Pelayanan ini umumnya bersifat informatif atau advis, jarang
hubungan klien dan konselor mencapai taraf yang mendalam dan intensif.
Konseling melalui radio dan televisi memungkinkan permasalahan konseli
diketahui oleh umum, oleh karena itu kerahasiaan identitas konseli harus
benar-benar menjadi perhatian. Permasalahan waktu dan bagaimana masalah klien
akan membatasi keleluasaan dan efektivitas konseling. Hal diatas dapat
direalisasikan dengan menggunakan CMS (Content Management System), CMS secara
umum dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang memberikan kemudahan pada para
pengunanya dalam mengelola dan melakukan perubahan isi sebuah website dinamis
tanpa harus dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis.
Salah satu CMS yang dapat digunakan adalah AuraCMS dengan lisensi GPL
(General Public License), open source/bebas dimodifikasi, asli buatan komunitas
Indonesia, mudah dan murah serta berbahasa Indonesia. Layanan Informasi Sekolah
yang dibangun dengan menggunakan AuraCMS akan bersifat dinamis, mudah
digunakan, simple dan mudah dikelola serta memiliki ukuran file yang kecil.
AuraCMS dapat online dalam waktu 1 jam pada server gratis yang banyak
ditawarkan di internet. Dengan demikian AuraCMS direkomendasikan sebagai salah
satu Content Management System yang dapat digunakan sebagai Media Layanan
Informasi pada Bimbingan dan Konseling disekolah.
2.2.3.
Internet
Banyak program pemerintah dan swasta yang memberikan pelayanan konseling
melalui fasilitas internet yang sudah kita kenal dengan nama e-counseling
(email counseling). Berikut ini adalah contoh proses konseling via internet :
2.2.3.1
Email Therapy
Email counseling merupakan proses terapeutik yang didalamnya terdapat
kegiatan menulis selain ada kegiatan pertemuan secara langsung dengan
konselor. Karena, esensi e-counseling terletak pada menulis. Respon atau
bantuan yang diberikan konselor bergantung pada informasi yang diberikan.
Konseli pun tidak perlu mengirimkan seluruh cerita mengenai masalah yang
dihadapi, cukup dengan memilih informasi yang dirasakan pada satu situasi yang
merupakan masalah. E-mail merupakan cara paling baru dibandingkan dengan cara-cara
yang lain untuk berkomunikasi secara cepat dan efektif melalui internet. Hal
ini tidak bermaksud untuk menggantikan konseling tatap muka ( face to
face ), tetapi dapat menjadi salah satu cara dalam membantu konseli untuk
memecahkan masalahnya meskipun dalam keadaan jauh dalam hal tanpa bertemu
langsung dengan konselor.
Email counseling merupakan satu cara untuk berkomunikasi antara konseli
dengan konselor yang didalamnya dibahas mengenai masalah-masalah yang dihadapi
koseli, misalnya masalah-masalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian
dan kehidupan konseli melalui surat atau tulisan pada internet. Selain
e-mail juga bisa dalam bentuk chatting dimana konselor secara langsung
berkomunikasi dengan klien pada waktu yang sama melalui internet.Program
Pemerintah yang menggunakan layanan bimbingan dan konseling diantaranya adalah
BNN, BKKBN, KPA, Pusat Rehabilitasi sosial dan sebagainya, dengan adanya email
theraphy ini lembaga-lembaga atau badan pemerintah dapat berkomunikasi dengan
klienya tanpa ketemu secara Langsung (Face To Face)
2.2.3.2.Cyber Counseling
Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan
teknologi komputer, interaksi antara konselor dengan klien tidak hanya
dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui
hubungan secara virtual (maya) melalui internet dalam bentuk “cyber
counseling”. Layanan bimbingan dan konseling ini merupakan salah satu model
pelayanan konseling yang inovatif dalam upaya menunjukkan pelayanan yang
praktis dan bisa dilakukan dimana saja asalkan ada koneksi atau terhubung
dengan internet.
Cyber Counseling adalah salah satu strategi bimbingan
dan konseling yang bersifat virtual atau konseling yang berlangsung melalui
bantuan koneksi internet. Dalam hal ini proses konseling berlangsung melalui
internet dalam bentuk web-site,e-mail, facebook, videoconference (yahoo
massangger) dan ide inovatif laninnya. Sudah tentunya apabila ingin menjalankan
strategi ini yang menjadi piranti utamanya adalah koneksi dengan internet
tersebut.
2.2.3.3. E-Counseling.
Sedangkan online adalah dimaknai dalam jaringan atau keadaan saat
sesuatu terhubung ke dalam suatu jaringan atau sistem internet atau
ethernet. Jadi istilah konseling online dapat dimaknai secara sederhana yaitu
proses konseling yang dilakukan dengan alat bantu jaringan sebagai penghubung
antara guru bk atau konselor dengan kliennya.
Syarat-syarat konselor dalam konseling online dan konseling biasa atau
face to face tidak jauh berbeda sebagai berikut:
a.
Konselor harus mempunyai wawasan yang luas
b.
Konselor harus menguasai dan memahami teknologi yang digunakan sekarang
ini. Maksudnya seorang konselor itu mampu menguasai teknologi yaitu
konselor mengerti dan mampu menggunakan teknologi dengan baik untuk
menghindari kesalahan-kesalahan yang fatal dalam proses konseling tersebut.
c.
Latar belakang pendidikannya harus dari bimbingan dan konseling dan
minimal tamatan strata satu yang memiliki ilmu bimbingan dan konseling dan
harus memiliki ilmu-ilmu tentang mamusia dengan berbagai macam
problematikanya,kalau konselornya tidak berlatar belakang bimbingan dan
konseling di khawatirkan dia tidak memahami masalah yang dihadapi oleh
siswa/siswi di sekolah dan kurang menguasai cara mengatasi masalah klien secara
efektif.
d.
Kepribadian konselor. Seorang konselor harus mempunyai sifat yang baik
ikhlas,jujur,objektif,simpatik dan empati serta senantiasa menjunjung tinggi
kode etik profesi. Sedangkan sikapnya,ramah tamah,sopan santun,harus mampu
merespon,memahami,dan mendengarkan klien dengan baik selain itu konselor harus
mempunyai penampilan yang menarik,gaya bicara yang jelas dan tidak mengandung
unsur-unsur penghinaan terhadap klien.
e.
Konselor mampu memahami karakteristik klien. Seorang konselor harus
mampu mengetahui dan memahami karakteristik klien walaupun dalam konseling online
hal ini sangat diperlukan juga karena akan membantu konselor dalam
mengatasi permasalahan klien dengan baik dan efektif.
f.
Konselor harus bisa memguasai semua teknik-teknik dalam konseling
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teknologi komunikasi dan informasi adalah adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan
yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang
terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan
informasi antar media. Di dalam program pemerintah dan swasta yaitu mengenai
aplikasi TIK dalam Bimbingan dan Konseling di dalamnya terdapat berbagai jenis
konseling dengan mengguanakan teknologi komunikasi proses konseling menjadi
lebih mudah. Aplikasi TIK yang dapat digunakan dalam proses konseling antara
lain yaitu konseling melalui telefon, radio dan televise dan internet. Dalam
proses konseling melalui internet terdapat beberapa jenis didalamnya yaitu
cyber counseling, e-counseling, dan
email teraphy.
3.2 Saran
Bagi konselor adanya bimbingan dan konseling melalui
teknologi dan komunikasi yang ada dapat mempermudah dalam proses konseling
sehingga tidak mempersulit konselor dan konseli dalam proses konseling
DAFTAR PUSTAKA
Tresna,
Gede. 2011. Layanan Bimbingan dan
Konseling Berbasis Teknologi. [Accessed:6/09/14]
http://tresnainnovation.blogspot.com/2011/12/layanan- bimbingan-dan-konseling.html
Fitriana,
Ella Resti. 2014. Program Pemerintah dan
Swata dalam Implementasi TIK untuk BK.
[Accessed:5/09/14] http://bk112092.bloogspot.com
Maryama,
Emma Amalia. 2013. Program Pemerintah dan
Swasta dalam implementasi TIK untuk BK. [Accessed: 5/09/14] http://bk112087.bloogspot.com
Langganan:
Komentar (Atom)